Laptop pertama saya, Relion sudah berumur “lanjut” (5 tahun) dan tampaknya memang harus pensiun dengan damai Walaupun merknya tidak begitu dikenal, tapi notebook ini sangat bandel, saya sering menggunakan nonstop belasan jam sehari dan sampai sekarangpun baterenya masih dalam kondisi 75%. Dari awal saya yakin notebook ini memang bagus karena dia berani menawarkan garansi sampai 3 tahun.
Berbekal pengalaman bahwa notebook yang bagus tidak harus bermerk maka saya mulai mencari notebook yang paling optimal dari sisi dana. (sayangnya Relion sudah tidak dijual lagi). Karena notebook bagi saya bukan untuk gaming, maka prioritas utama adalah prosesor, memori, dan garansi.
Ternyata ada mahasiswa saya yang jualan notebook, lalu saat saya tanya apa merk notebook murah yang garansinya diatas satu tahun, dia menyebutkan Byon dan Asus. Dari forum online, ternyata review Byon umumnya lebih bagus dari Asus. Masalahnya cuma satu, banyak komplain dengan pihak service yaitu Astrindo. Tapi karena saya membeli lewat mahasiswa saya harusnya tidak masalah karena nanti kalau ada apa-apa tinggal lewat dia saja.
Akhirnya saya beli Byon MF31 lewat mahasiswa saya. Setelah barang diterima ada masalah sedikit yaitu cd drivernya tertukar dan ada satu dead pixel, tapi dua jam kemudian sudah ditukar dengan unit baru, barangnya dijemput dan diantar lagi
Spesifikasi MF31 adalah sbb: garansi 2 tahun (service+sparepart), T7500, memori: 2 G, HD: 120 G (SATA), vga Intel 256 (shared), 14.1″, non OS dan fitur standard lain: webcam, dvd dual, wifi dst. Harga dibawah 9 juta
Setelah dua minggu menggunakan, berikut review Byon MF31:
- Layar diatas ekspektasi saya, ternyata wide screen dan tidak terlalu memantul. Saya beli notebook ini tanpa lihat secara fisik barangnya terlebih dulu, jadi ini merupakan kejutan yang bagus.
- Performa bagus, apalagi dulunya saya hanya menggunakan P4 dengan memori 512.
- Audio juga diatas ekspektasi.
- Untuk main game tidak begitu bagus, sedikit ada lag, tapi tidak masalah karena memang bukan untuk main game.
- Tidak panas dan tidak berisik.
- Bentuk fisik tidak menarik, berkesan plastik sekali. Tapi ini tidak masalah bagi saya.
- Tombol ctrl tidak ada di ujung kiri bawah
(diganti Fn). Bagi programmer, ini terasa sekali menggangu. Akhirnya saya menggunakan keyboard tambahan kalau dirumah.
- Batere bagus, untuk pemakaian normal tanpa wifi bisa tahan 3.5 jam.
- Diluar ekspektasi juga, ternyata ada bluetooth (atau memang sekarang sudah jadi standard seperti wifi?). Jadi sekarang saya bisa internetan dengan HP tanpa perlu pasang kabel. Seperti punya wifi yang jangkauannya luaas sekali
Prinsipnya saya puas dengan notebook ini, apalagi harganya juga relatif lebih murah dibandingkan dengan merk lain.
Kalau ada yang berminat membeli lewat mahasiswa saya, bisa kontak dia melalui ym dengan ym-id
“rizaupi”. Saya rekomendasikan
-update 18mei08- perbaiki T750 jadi T7500, tambah beberapa spek lain –
-update 13Sep08–
Lia (istri saya) akhirnya juga membeli laptop, soalnya sekarang sedang mengambil S3 dan harus sering presentasi di depan pembimbingnya. Lagipula desktop kami sudah tidak kuat lagi untuk pemrograman dengan Netbeans.
Spesifikasi yang kami cari sama dengan laptop saya, tetapi harus lebih kecil (12″) karena kasihan juga kalau Lia harus membawa-bawa laptop yang berat. Merk juga kami pilih Byon, karena harganya jauh lebih murah dengan kualitas yang sama. Setelah mencari di bhineka.com, kami pilih W5211 G/SR-3 dengan prosesor T8300 (ada juga sih W5211 dengan prosesor T5xxx). Kontak mahasiswa saya, tetapi ternyata harus menunggu. Dia katakan bahwa jarang ada yang membeli notebook Byon dengan spesifikasi tersebut. Setelah 2 minggu, baru barangnya tersedia. Berikut fotonya (laptop Lia disebelah kiri)
Setelah mencoba laptop istri saya, komentar saya pertama sih kecil sekali layarnya (punya saya 14″). Tapi warnanya bagus. Sedangkan bentuknya tidak menarik, kotak sekali, mengingatkan saya pada laptop tahun 90-an. Kipas juga terdengar lebih keras dan audionya lebih “cempreng”. Ya tapi memang untuk kerja sih, jadi yang penting kinerjanya.
Berikut spesifikasi lengkapnya untuk model W5211 G/SR-3:
Prosesor: Intel T8300/2.4 Ghz
Chipset: Intel 965GM
Graphic: Intel GMAX3100
Wireless: 3945 a/b/g
LCD: 12.1″, VVD (wide screen)
Memori: 2 Gig (ditambah 1 Gig dari standarnya)
HD: 160GB S.ATA
Tambah fingerprint, webcam, dvd writer dst. Harga juga masih dikisaran laptop saya.
Update 25 sep 08: Istri saya mengatakan notebooknya lebih lambat daripada notebook saya pada saat mengimpor database dalam jumlah besar. Mungkin karena L2 cachenya lebih kecil?
Update 13 Ok 08: Laptop istri saya ternyata punya lubang pengeluaran panas di sisi kanan (sedangkan milik saya dibelakang). Jadi kalau mouse terlalu dekat dengan laptop, jempol akan terasa tidak nyaman karena terkena udara panas. Terutama saat bermain game.
Update 16 Jan 09: keyboard laptop saya tampaknya agak melengkung, mungkin memuai? . Satu tombol (”PgUp”) ambles, walaupun masih dapat digunakan. Secara keseluruhan sih masih tidak ada masalah dengan keyboard.
No comments:
Post a Comment