‘’Rektorat plinplan,’’ ujar Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Republik Mahasiswa UPI, Rahman Hamdani, di sela-sela unjuk rasa, Selasa (18/8). Sebelumnya, rektorat menyatakan 51 mahasiswa bisa mencicil atau ada upaya penangguhan dan keringanan. Namun kini menjadi tidak jelas.
Bahkan di salah satu surat kabar, pihak kampus mengatakan UPI memiliki beasiswa, namun tidak diperuntukkan bagi mahasiswa baru (maba). Karena itu, maba harus terdaftar dulu sebagai mahasiswa untuk selanjutnya dicari jalan keluarnya. Jadi, untuk sementara kampus tidak bisa memberikan toleransi pada saat registrasi, baik berupa cicilan ataupun pembebasan uang registrasi.
Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Chaedar Alwasilah akan mengupayakan 51 maba bisa kuliah di UPI. Karena tahun-tahun sebelumnya, UPI juga memberikan bantuan terhadap maba. Namun ia belum bisa memastikan jenis bantuan yang akan diberikan.
Chaedar menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa diambil yakni penangguhan, cicilan, atau beasiswa. Saat ini, pihaknya masih berembug untuk menentukan langkah yang akan diambil.
Aksi di dalam kampus ini berlangsung aman. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB, kebanyakan diikuti oleh BEM dan mahasiswa UPI. Dalam aksinya, mereka membawa beberapa poster bertuliskan sindiran terhadap sikap UPI kepada mahasiswa tidak mampu. ren/eye
No comments:
Post a Comment