Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Tuesday, August 25, 2009

Cara membuat wanita, cewek, perempuan, terangsang

Cari Dollar

Cara membuat wanita terangsang


Mungkin tak setiap saat anda mau bercinta langsung di sanggupi oleh pasangan Anda. Sering kali Mr P Anda sulit untuk ‘bersatu’ dengan Miss V si dia, apalagi ketika sang wanita nampak sedang tidak mood diajak bercinta.


Tenang teman, Ada Cara membuat wanita terangsang seketika, seperti yang diberitakan Askmen.


Caranya peluklah tubuh wanita Anda dari belakang. Lalu anda bisa memulai mencumbu perlahan bahu serta leher si dia. Mau percaya atau tidak, leher hingga bahu adalah tempat sensitif wanita yang paling utama.


Rata-rata wanita bisa langsung dengan rangsangan di daerah leher maupun bahu. Bahkan diantaranya, wanita bisa orgasme hanya dengan rangsangan di area ini.


Anda bisa memperlakukannya dengan ciuman penuh nafsu, bahkan sesekali disertai gigitan liar. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan di area ini, semakin keras rintihan yang dia keluarkan.


Bila sang wanita nampak menikmati, Anda bisa melanjutkan aksi nakal dengan menggunakan kedua tangan Anda. Arahkan tangan Anda dari tulang rusuk menuju daerah pinggul dia. Remas dan pijat area ini secara bergantian. Biarkan tangan Anda menjelajahi tulang pinggul dan seluruh bagian Miss V-nya. Sedangkan tangan satunya lagi bisa menjejalahi area payudaranya.


So pasti sang pujaan langsung tak berdaya dan meminta Anda segera mengaulinya. Waw!


Sumber : direktori.kreatif.web.id

Monday, August 24, 2009

Jamur di Organ Intim Wanita Vagina


Masalah :

Dok, sekitar seminggu yang lalu saya memeriksakan diri ke dokter umum. Kata dokter organ intim (V) saya terinfeksi jamur. Berdasarkan gejala-gejala yang saya alami, kemungkinan ada jamur candida.


Aduh dok, saya takut. Kenapa jamur ini bisa ada di organ kemaluan wanita? Apakah laki-laki bisa tertular? Apa sih tanda-tanda jamur candida? Amankah bila saya berhubungan seks dengan suami. dan suami menggunakan kondom? Apakah saya harus mengobati infeksi jamur tersebut? Atau infeksi ini akan menghilang dengan sendirinya?


Ny. Ira - Jakarta Timur


Jawaban :

Candida adalah jamur yang biasanya berada dalam mulut dan usus besar dalam jumlah normal. Pada wanita, jamur ini juga bisa ditemukan didalam vagina. Kadang-kadang, candida dalam vagina bisa berlipat ganda jumlahnya tanpa terkendali. Tanda pertama terjadinya infeksi jamur adalah rasa gatal pada wilayah vagina. Wanita yang tidak pernah mengalami infeksi jamur mungkin akan menggaruknya beberapa kali dan tidak memikirnya lagi. Wanita yang pernah mengalami infeksi jamur, mengenali rasa gatal tersebut dan segera pergi ke apotek untuk membeli obat anti jamur. Mereka ingin menghindari rasa gatal yang amat sangat.


Penyebab tubuhnya candida di vagina adalah, kacaunya keseimbangan pH dalam vagina. Hal ini bisa terjadi saat bahan-bahan kimia seperti sabun mandi, sabun dengan pewangi, menyemprot vagina dengan air, atau penggunaan spermisida. Hal ini juga bisa terjadi jika Anda minum pil KB atau antibiotic, atau jika seseorang merasa terlalu stress atau kecapekan. Banyak wanita yang mengalami infeksi jamur saat mereka menggunakan celana dalam dari bahan nilon, pantyhose, atau pakaian berbahan sintetis yang ketat.


Infeksi jamur bisa ditularkan dengan mudah melalui senggama. Inilah cara yang menyebabkan si pria tertular penyakit ini. Cara ini pula yang menyebabkan si wanita terinfeksi kembali selama penyakit ini tidak segera diobati. Inilah yang disebut dengan ping-pong phenomena. Perilaku seksual seperti oral seks juga bisa menyebabkan penyakit ini menjadi meluas penularannya (lidah yang menyentuh anus bisa membawa candida ke vagina).


Tanda-tanda infeksi jamur pada wanita bisa berupa rasa gatal pada wilayah sekitar vagina, cairan vagina berubah menjadi lebih kental, putih dan bergumpal agak mirip seperti keju lembut. Sejumlah wanita ada yang mengatakan kalau cairan tersebut tidak berbau namun tidak sedikit yang mengatakan baunya seperti jamur ( bau tidak sedap ). Biasanya disertai dengan rasa sakit saat buang air kecil.


Sebagian besar wanita menderita infeksi jamur pada satu masa dalam hidupnya, dan ada sejumlah wanita yang sering mengalaminya. Pada laki-laki seringkali tidak menunjukan gejala, terutama jika organ kemaluan laki-laki telah disunat (gejala-gejala biasanya tampak pada penis yang belum disunat). Gejala-gejalanya bisa berupa warna merah pada ujung penis dan mungkin akan ada titik-titik merah pada kepala penis. Kadang-kadang kepala penis tampak seperti terkena luka bakar dan terdapat lapisan yang bisa dibersihkan. Ujung penis mungkin gatal atau sakit, dan buah pelir juga mungkin terasa gatal.


Apabila seseorang telah merasakan gejala-gejala diatas, sesegera mungkin periksa ke dokter dan sebaiknya disertai dengan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis kuman yang ada didalam tubuh sehingga terapi yang akan diberikan bisa lebih akurat. Untuk infeksi jamur, terapi yang diberikan biasanya berupa krim dan obat yang dimasukkan kedalam vagina.


Namun tidak terlepas banyak factor yang harus diperhatikan untuk mempercepat kesembuhan seperti kebiasaan hidup sehari-hari (penggunaan celana dalam, hindari kondisi lembab pada daerah infeksi, kurangi aktifitas yang bisa menyebabkan produksi keringat berlebihan, kurangi stress, dan masih banyak lainnya yang tidak menutup kemungkinan infeksi jamur yang terus-menerus terjadi bisa disebabkan oleh penyakit lain yang sudah ada sebelumnya).


Infeksi jamur sebenarnya bisa dicegah. Berikut ini adalah tips pencegahannya; gunakanlah celana dalam katun pada siang hari, jangan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, hindari kontak bahan-bahan kimia dengan organ kewanitaan (menyemprot vagina dengan air,sabun dengan pewangi,atau produk-produk apapun yang mengandung pewangi), keringkan organ kewanitaan setiap selesai mandi, seka organ intim dari depan ke belakang setiap setelah buang air, jangan melakukan seks oral atau senggama dengan seseorang yang terinfeksi. Jika Anda terinfeksi, jangan melakukan kegiatan seksual sebelum Anda yakin sembuh total dan pastikan juga pasangan Anda belum ikut terinfeksi dengan memeriksakan diri ke dokter.

Dr. Ryan Thamrin

Sumber : Wanita Indonesia

Friday, August 14, 2009

Wanita Agamis wanita salihah

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri Karangsuko Malang.

Seorang pria yang hendak menikahi seorang wanita, kata Rasulullah, tidak lepas dari tiga pertimbangan: kecantikan (jamaliha), kekayaan (maliha) dan agama (diniha). Dari ketiga faktor tersebut, kata Rasululullah lagi, pertimbangan berdasarkan kualitas spiritual seorang wanita (li diniha) adalah yang paling tepat dan menguntungkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat — menuju keluarga sakinah mawaddah warahmah. Dalam Quran Surat Annur 24:3 Allah membuat larangan tegas kepada seorang muslim yang salih agar tidak menikahi wanita pezina (kecuali setelah bertobat nasuha).

Tentu saja konsep yang sama (li diniha) hendaknya juga dijadikan prioritas utama bagi wanita dalam menentukan calon pendamping hidupnya; bukan berdasarkan ketampanan dan kekayaannya.

EQ dan SQ

Manusia dikaruniai kecerdasan yang jauh melebihi hewan. Sebagian ahli psikososial membagi kecerdasan yang ada pada diri manusia dalam beberapa macam, yang terpenting dan relevan dengan pembahasan saat ini ada dua yaitu kecerdasan emosional atau EQ (emotional quotient) dan kecerdasan spiritual atau SQ (spiritual quotient).

EQ atau kecerdasan emosional yang ada pada diri manusia berfungsi untuk mengontrol perilaku agar sesuai dengan tatanan sosial yang ada. Untuk memahami mana perilaku yang ditabukan, dibolehkan atau dianjurkan dalam suatu masyarakat tertentu. Ia juga berfungsi untuk memahami mana sikap yang akan melukai, menyinggung perasaan atau menyenangkan orang lain. Semakin tinggi kadar EQ seseorang, maka akan semakin diterima orang tersebut di lingkungannya. Kebalikannya, semakin lemah kadar EQ-nya, akan semakin terasing dan tak disenangi seseorang di mana pun dia berada.

Tanda paling menyolok dari individu yang lemah EQ-nya adalah sikap egois, kikir, pemarah dan tidak hati-hati dalam menjaga perasaan orang lain dan lingkungannya.

Dalam pandangan Islam, memiliki EQ tinggi saja tidak cukup. Seorang Muslim harus juga memiliki kecerdasan spiritual atau SQ yang tinggi yakni ketundukan pada Allah, Sang Pencipta (QS Adz Dzariyat 51:56). Ketundukan dengan ikhlas untuk melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangannya menjadi prasyarat yang tak kalah pentingnya dalam rangka usaha manusia untuk menuju kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat (Al Baqarah 2:201).

Dengan demikian, yang disebut wanita agamis bukanlah mereka yang “cuma” memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi yang ditandai dengan ketundukan pada prinsip-prinsip Islam dan menguasai keilmuan agama yang mumpuni. Juga bukanlah wanita yang cuma memiliki kecerdasan perilaku (EQ); apalagi kecerdasan intelektual (IQ).

Wanita agamis adalah mereka yang memiliki baik kecerdasan SQ maupun EQ. Semakin tinggi kadar SQ dan EQ-nya, semakin tinggi ke-agamis-annya.

Berbeda dengan IQ atau kecerdasan intelektual, SQ dan EQ bukanlah “bawaan lahir.” Ia harus diusahakan dengan kerja keras (Al Balad 90:10-18). Dengan perjuangan terus menerus. Rasulullah menyebutnya sebagai “jihad besar.” Karena memang tiada perjuangan yang lebih berat selain perjuangan untuk mereformasi diri; meningkatkan kadar kualitas EQ dan SQ. Karena ia merupakan perjuangan terus menerus dan berkelanjutan dari lahir sampai akhir hayat.[]

Wanita Pintar seperti apa?

Wanita Pintar perilaku dan ilmuOleh A. Fatih Syuhud
www.fatihsyuhud.com
Ditulis untuk buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri

Ada dua kepintaran yang umumnya dikenal yaitu pintar ilmu dan pintar perilaku. Pintar ilmu dapat dicapai dengan belajar yang rajin dan terus menerus. Semakin lama belajar dan semakin tinggi tingkat pendidikan seorang wanita, maka akan semakin pintar dan dalam ilmunya.

Menjadi wanita yang pintar ilmu itu “mudah”, setidaknya tidak sesulit menjadi wanita yang pintar perilaku. Karena jalan menuju kepintaran ilmu itu lebih “kasat mata” dibanding lika-liku yang perlu dilalui untuk menuju kepintaran perilaku.

Seorang wanita yang memiliki kepintaran ilmu tidak otomatis membuat yang bersangkutan menjadi pintar perilaku. Kendatipun kepintaran ilmu bisa menjadi salah satu jalan menuju kepintaran perilaku.

Apa itu pintar perilaku? Allah memuji Nabi Muhammad karena kepintaran perilakunya yang tinggi. Dalam QS Al Qalam 68:4 Allah berfirman “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Dengan demikian, pintar perilaku, sebagaimana yang tersurat dan tersirat dalam QS Al Qalam di atas, bermakna “kemampuan seseorang untuk berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan etika yang dianut masyarakat.”

Seorang wanita Muslimah yang memiliki kepintaran perilaku setidaknya akan mengikuti dua standar etika.

Pertama, etika Islam. Seorang wanita muslimah hendaknya menyesuaikan tindak-tanduknya selaras dengan syariah Islam; sedikitnya dengan melakukan yang wajib dan menjauhi yang haram (QS Ali Imron 3:110).

Kedua, etika masyarakat. Sepanjang tidak betentangan dengan prinsip dasar Islam, menghormati tradisi lokal adalah keharusan. Melakukan perbuatan yang dianggap baik dan berusaha menjauhi segala perilaku yang dianggap tabu oleh masyarakat setempat menjadi salah satu jenjang untuk mendapatkan predikat wanita muslimah yang pintar perilaku, bukan hanya pintar ilmu.

Kepintaran perilaku yang membuat seorang Muslimah disenangi dan dihormati oleh lingkungan sekitarnya terkadang merupakan “bawaan lahir.” Apabila Anda termasuk golongan ini, maka syukurilah anugerah tersebut dan jangan lupa untuk terus mengasah kepintaran perilaku untuk menjadi semakin berkilau.

Bagi wanita Muslimah yang tidak dilahirkan dengan kepandaian perilaku, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa Anda memiliki sejumlah karakter dan watak buruk yang tidak disukai oleh lingkungan Anda.

Kedua, berusaha keras untuk menghilangkan sedikit demi sedikit segala perilaku buruk tersebut. Menghilangkan karakter buruk atau kebodohan perilaku jauh lebih sulit dibanding menghilangkan kebodohan ilmu. Karena itu, seseorang yang berusaha, apalagi berhasil, untuk menghilangkan kebodohan perilaku akan mendapat pahala tidak hanya dari Allah, tapi juga penghargaan dan penghormatan dari seluruh umat manusia, baik yang pintar maupun yang bodoh.[]

Wanita Karir

Oleh A. Fatih Syuhud
Situs resmi: www.fatihsyuhud.com
Artikel ini ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri

Secara definisi wanita karir bermakna (a) seorang wanita yang menjadikan karir atau pekerjaannya secara serius; (b) perempuan yang memiliki karir atau yang menganggap kehidupan kerjanya dengan serius (mengalahkan sisi-sisi kehidupan yang lain).

Ekonomi merupakan kebutuhan dasar manusia dan itu diakui secara universal . Quran secara eksplisit memerintahkan kita untuk rajin bekerja sepanjang hari dalam seminggu tanpa mengenal hari libur, tentu saja dengan tanpa melupkan ibadah harian yang diwajibkan seperti shalat (QS Al Jum’ah 62 :9).

Pada masa Rasulullah sendiri, ada banyak wanita yang juga dikenal sebagai wanita karir. Siti Khadijah, istri Nabi, adalah satu di antaranya.

Namun demikian, kita semua tahu bahwa ekonomi bukanlah satu-satunya tujuan kita hidup di dunia. Pada kenyataannya ekonomi hanyalah sarana untuk menopang sisi-sisi kehidupan yang lain.

Sisi-sisi kehidupan yang dimaksud antara lain adalah membentuk keluarga sakinah (QS Ar Rum 30:21). Keluarga adalah tiang utama kehidupan. Karena dari situ sebuah komunitas, peradaban dan budaya dibangun. Islam adalah agama yang menitikberatkan pada soliditas dan kekompakan kolektif masyarakat. Akan tetapi kekompakan kolektif tidak dapat terbangun tanpa adanya kekuatan individual pada anggota masyarakat; pada setiap keluarga; pada setiap orang dalam keluarga itu. Di sinilah peran pilar utama keluarga – ayah dan ibu—mutlak diperlukan.

Untuk membentuk keluarga sakinah, sebagai unsur pokok dari masyarakat yang progresif dan Islami, setidaknya dua faktor berikut perlu diperhatikan:

Pertama, pendidikan anak secara berkesinambungan. Pendidikan yang utama tentu saja di rumah. Bukan di sekolah formal. Khususnya menyangkut pendidikan karakter. Di sini peran orang tua, terutama ibu, sangat dominan. Keluarga broken home (tidak sakinah) umumnya timbul dari minimnya peran ibu baik karena kesibukan bekerja atau minimnya pengetahuan dan wawasan.

Kedua, pengawasan terhadap perilaku sosial anak di luar rumah. Kurangnya pengawasan dengan siapa anak bergaul akan sangat berbahaya khususnya dewasa ini di mana berbagai bentuk ancaman kejahatan sibuk mencari kesempatan untuk merusak kehidupan kita.

***

Menjadi wanita karir konvensional dalam arti wanita yang bekerja di luar rumah dan meniti karir sampai puncak adalah “mudah.” Asal memiliki kecakapan yang cukup plus kemampuan “lobi” yang baik, tujuan itu akan tercapai. Tetapi menjadi wanita karir “non-konvensional”, yang menjalankan bisnis dari dan berkantor di rumah demi menjaga keseimbangan “ecosistem” keluarga dan pendidikan anak adalah sulit terutama bagi wanita yang punya kecenderungan exibitionist. Tapi mudah bagi kalangan wanita yang lebih mementingkan hasil kolektif dari pada penampakan ego pribadi.

Dalam Islam yang ditekankan bukanlah memamerkan siapa yang berperan paling banyak, tetapi peran maksimal apa yang dapat kita berikan. Bahwa peran kita kemudian diakui atau tidak, tidaklah begitu penting.[]

Wanita Dewasa seperti apa?

wanita dewasaOleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri Karangsuko Malang


Secara etimologis (istilah) fiqih seorang wanita dianggap dewasa apabila sudah memasuki masa haid, biasanya saat usia 13 – 14 tahun. Setelah memasuki masa inilah berlaku kewajiban dan larangan agama seperti kewajiban salat lima waktu dan larangan bergaul dengan pria yang bukan muhrim. Menurut hukum negara, wanita baru dianggap dewasa saat berusia 17 tahun saat di mana dia mulai memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara penuh seperti hak untuk mengenyam pendidikan, berpartisipasi dalam pemilu, hak untuk menikah, memiliki KTP atau SIM serta kewajiban untuk menaati peraturan pemerintah yang berlaku.

Dewasa dalam pengertian di atas adalah definisi dewasa yang formal yang terkait dengan hukum tertentu baik hukum islam maupun hukum negara.

Sedang dewasa dalam tinjauan umum, termasuk dalam tinjauan psikologi, adalah sempurnanya pertumbuhan fisik dan mental seseorang. Pertumbuhan fisik yang normal mudah diketahui karena dapat dilihat oleh pancaindra. Akan tetapi pertumbuhan mental yang sempurna dan matang merupakan hal yang berbeda..

Dewasa secara mental dapat dilihat dari sikap yang matang dan rasional serta tidak emosional dalam membuat penilaian, dalam bersikap, dalam mengatasi suatu masalah diri sendiri maupun persoalan orang lain. Kalau pertumbuhan fisik akan berhenti pada usia sekitar 20-an tahun, maka kedewasaan adalah proses yang berkembang dalam waktu lama.

Oleh karena itu, dewasa secara fisik dan umur belum menjamin seseorang menjadi dewasa secara mental, pola pikir dan pola sikap. Al Quran menyebut kedewasaan sikap yang sempurna itu dengan istilah al-akhlaq al-karimah atau budi pekerti yang luhur (QS Al Qalam 68:4)

Kedewasaan sikap yang sempurna atau al-akhlaq al-karimah adalah sebuah proses panjang yang berliku walaupun tidak mustahil untuk dicapai. Dan hal yang lebih penting lagi adalah kemauan kuat untuk menjalani proses dan keinginan besar untuk mencapainya. Berikut beberapa langkah awal yang perlu dilakukan:

1. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Apabila gagal atau salah jangan berbohong atau menyalahkan orang lain.
2. Akui kesalahan yang dilakukan dan berbesar hati meminta maaf. Tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengoreksinya. Ingat apa yang terjadi, supaya kesalahan serupa tidak terulang lagi.
3. Cari teman bergaul yang dewasa. Bertemanlah dengan wanita yang Anda anggap lebih dewasa sikapnya yang mau mengeritik Anda. Mintalah nasihat dan saran – dan dengarkan nasihat yang mereka berikan.
4. Catat sikap-sikap kurang dewasa Anda, baik yang Anda ketahui sendiri ataupun yang dibilang orang lain. Berlatihlah untuk membuangnya satu-persatu.
5. Hormati orang tua, keluarga dekat dan guru spiritual Anda. Karena mereka yang paling mungkin menyediakan waktu untuk Anda saat Anda sangat membutuhkan bantuan.
6. Perhatikan dan catat perbuatan apa saja dari teman saja yang paling Anda sukai dan Anda benci. Tiru perbuatan teman Anda yang menyenangkan, dan jangan ditiru sikap mereka yang menyebalkan.[]

Wanita Kota dan Wanita Desa

Dalam interaksi sosial sehari-hari, manusia cenderung memberi atribut “kota” sebagai tanda pujian dan label “desa” sebagai ekspresi merendahkan baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Kita dan orang lain pun merasa senang tak kala mendapat sebutan sebagai “orang kota” kaum perempuan pun sumringah saat dipanggil sebagai “wanita kota” dan merasa kurang nyaman saat mendapat julukan sebagai “orang desa” atau “wanita desa” atau ndesit dalam istilah bahasa Jawa.

Mengapa kata “kota” menjadi tanda pujian, dan “desa” sebagai simbol “penghinaan”? Bukankah desa lebih sering disebut dalam syair dan lagu sebagai suatu tempat yang indah dengan panorama alam natural tempat deretan sawah, aliran sungai yang bening airnya serta pepohonan dan rerumputan hijau? Begitu juga, bukankah kota dianggap sebagai tempat yang penuh polusi, kotor dan tak bersahabat?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesan kota sebagai memiliki atribut yang positif dan desa yang terkesan negatif. Salah satunya yang terpenting adalah bahwa kota mewakili suatu kedinamisan dan progresifitas (kemajuan), sementara desa menyimbolkan kediaman dan keterbelakangan serta kemalasan.

Situasi kota yang padat, memaksa warga kota untuk terus bergerak dinamis memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak bergerak berarti tidak makan, demikian bahasa sederhananya. Berbeda dengan situasi di desa yang tenang dan tampak “baik” tapi sebenarnya dapat membahayakan bagi jiwa yang lemah. Penduduk desa tidak begitu dituntut untuk bekerja keras; tanpa kerja keras pun mereka dapat makan dari hasil tanaman di sekitar pekarangan rumah mereka. Pada gilirannya, perbedaan situasi kota dan desa ini juga mempengaruhi cara berfikir dan bertindak masyarakatnya. Sementara masyarakat kota biasa bertindak cepat, lugas dan dinamis, masyarakat desa cenderung berperilaku santai, alaon-alon asal kelakon. Masyarakat kota juga dianggap lebih cepat dalam memperoleh informasi aktual dibanding masyarakat desa, informasi aktual yang dimaksud termasuk tren terbaru di berbagai bidang dari tren baju, musik, wawasan sampai keilmuan.

Singkatnya, kota identik dengan berbagai unsur positif (walau tidak lepas dari sisi negatif) seperti kerja keras, kemajuan dan kedinamisan; sementara desa berkonotasi sebaliknya: keterbelakangan dan kemalasan. Oleh karena itu, pengertian kota dan desa yang hakiki hendaknya tidak dimaknai secara harfiah dan sempit . Dengan kata lain, atribut “orang kota” atau “orang desa” hendaknya tidak difahami berdasarkan lokasi seseorang berada. Pemahaman geografis semacam ini hanya akan memalingkan pengertian positif yang hakiki dari istilah ini.

Demikian juga, dalam konteks perempuan, julukan “wanita kota” hendaknya dimaknai sebagai “wanita yang progresif (berkeinginan untuk maju), berwawasan dan selalu bekerja keras” sementara yang disebut dengan “wanita desa” adalah “wanita malas, tak berilmu dan tak memiliki kepribadian kuat.”
Dengan demikian, kita memaklumi bahwa bisa saja seorang “wanita kota” bertempat tinggal di desa sementara yang disebut “wanita desa” atau “wanita kampungan” berlokasi di kota. Dan inilah pengertian hakiki dari kedua istilah ini.

Saat hijrah ke Yatsrib, Rasulullah mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah al Munawwaroh atau Kota yang bersinar yang bermakna tempat yang penduduknya memiliki spirit dinamis, progresif, maju dan kerja keras.[]


Catatan: Tulisan ini ditulis khusus untuk buletin pesantren putri El-Ukhuwah.
Wanita KotaOleh A. Fatih Syuhud
fatihsyuhud.com (Situs Resmi)

Wanita Paling Cantik di Dunia?

Siapa Wanita Paling Cantik di Dunia?Pertama-tama perlu jelas dulu kriteria cantik. Bagi saya persyaratan dasar kecantikan adalah:

… a woman, with inner qualities at least should have these following qualities:
Admired by people around her not for her physical appearance, rather for her personality
- People feel comfortable talk to her and sit down around her
- Having good self-esteem, self-respect and loyalty
- Humble and honest


Nah, jadi jelas yang saya maksud dengan wanita cantik di sini penekanannya adalah kecantikan “dalam”. Kalau ternyata yang bersangkutan memiliki fisik yang bagus, maka itu adalah bonus. Dengan kata lain wanita yang cantik luar dalam memiliki nilai lebih. Kalau yang cantik hatinya mendapat nilai 10 (nilai tertinggi), maka yang cantik luar dalam mendapat nilai 10+ Karena yang terakhir ini memiliki “cobaan” dan tantangan lebih besar untuk menjadi wanita yang memiliki inner beauty.

Saya sudah banyak jalan-jalan ke berbagai kota di dunia. Bertemu dengan wanita dari berbagai suku bangsa, dan dalam konteks suku-bangsa, pilihan saya jatuh pada cewek bule sebagai wanita-wanita cantik, khususnya cewek bule dari negara maju (Eropa barat dan Amerika). Anda boleh tidak setuju dengan pendapat saya, tapi saya punya sejumlah alasan sendiri mengapa mereka tampak begitu cantik di mata saya:

Pertama, mereka rata-rata cantik. Itu mungkin yang membuat mereka tidak merasa cantik. Dengan demikian, mereka lebih konsentrasi untuk memperbaiki karakter mereka, karena mereka merasa tampilan fisik mereka hampir serupa (mayoritas cantik). Bandingkan dengan negara-negara di mana kecantikan itu menjadi barang langka, katakan Indonesia, baru cantik sedikit sudah jadi “bintang sinetron” dan dikejar-kejar cowok, sutradara dan produser. Ini sangat berpengaruh pada psikologi yang bersangkutan: menjadi pongah dan lupa memperbaiki bagian “dalam”nya.

Kedua, umumnya mereka lebih terdidik (educated) dan semua orang tahu, pendidikan di Barat lebih maju. Individu terdidik jelas memiliki sikap sosial yang lebih memberi kenyamanan pada sekitarnya.

Ketiga, hidup di negara maju dan kaya membuat mereka relatif tidak memiliki penyakit psikologis yang umumnya diderita individu yang hidup dan besar di negara dunia ketiga seperti mental kuli, feodalistik, minder, dan sok kosmopolit alias sok gedongan. Dengan tiadanya penghambat psikologis seperti disebut di atas, pertumbuhan kejiwaan mereka relatif lebih stabil dan normal dibanding mereka yang tumbuh di negara berkembang.

Dan sedikitnya dari ketiga unsur itu telah membuat wanita-wanita bule tampil lebih cantik dan elegan dalam bersikap kepada siapapun; kepada yang lebih unggul secara strata sosial mereka tidak mudah minder dan ketika bergaul dengan kalangan kere, jelek dan melarat mereka tidak merendahkan apalagi menghina. Tak percaya? Silahkan tanya pada rekan-rekan yang tinggal atau pernah tinggal di negara Eropa Barat atau Amerika Utara.

Menurut Anda sendiri, wanita cantik itu seperti apa? Dan apa kriteria kecantikan itu sendiri? Dan wanita mana yang paling memenuhi kriteria Anda?

Oh ya, satu hal yang perlu dicatat, walaupun saya menganggap wanita bule umumnya paling cantik, bukan berarti saya ingin menikahi mereka (seandainya kesempatan itu ada). Untuk soal nikah, saya memiliki kriteria tambahan yang khusus yang tentu saja tak perlu saya ungkapkan di sini. :)


sumber: afatih.wordpress.com