Showing posts with label laporan. Show all posts
Showing posts with label laporan. Show all posts

Saturday, August 22, 2009

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PD.UNION

Cari Dollar

Pencapaian laba yang maksimal adalah tujuan dari setiap perusahaan maka dalam prosesnya perlu perencanaan yang matang. Untuk itulah diperlukan analisis laporan keuangan sebagai dasar bagi perencanaan laba. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan dalam kebijakan perencanaan laba.
Hal menarik inilah yang menjadi salah satu alasan penulis memilih judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada P.D.UNION Medan “. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan dan pengaruh dari analisis laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan terhadap perencanaan laba periode yang akan datang.


Pencapaian laba yang maksimal adalah tujuan dari setiap perusahaan maka dalam prosesnya perlu perencanaan yang matang. Untuk itulah diperlukan analisis laporan keuangan sebagai dasar bagi perencanaan laba. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan dalam kebijakan perencanaan laba.


Hal menarik inilah yang menjadi salah satu alasan penulis memilih judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada P.D.UNION Medan “. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan dan pengaruh dari analisis laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan terhadap perencanaan laba periode yang akan datang.

Wednesday, July 8, 2009

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) TIK

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) TIK

PEMANFAATAN MEDIA PROYEKTOR DI LABORATORIUM KOMPUTER DALAM MEMBIMBING SISWA KELAS VIII A MENGENAI CARA MEMBUAT TABEL MENGGUNAKAN PROGRAM PENGOLAH KATA (MICROSOFT WORD)

ABSTRAK
Proses pembelajaran Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) cenderung lebih banyak menggunakan tempat di laboratorium komputer daripada di dalam ruang kelas. Agar pembelajaran TIK di ruang laboratorium komputer menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan, maka perlu dipilh media yang tepat yang dapat digunakan dalam ruang laboratorium komputer, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat mudah tercapai. Maka penulis perlu mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul Pemanfaatan Media Proyektor di Laboratorium Komputer Dalam Membimbing Siswa Kelas VIII A Mengenai Cara Membuat tabel Menggunakan Program Pengolah Kata (Microsoft Word).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji seberapa besar manfaat media proyektor mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa apabila digunakan sebagai media pembelajaran di ruang laboratorium komputer.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga kelompok kegiatan yang meliputi kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. . Langkah-langkah yang diterapkan dalam tindakan kelas menggunakan media pembelajaran berupa proyektor tersebut yaitu guru memberi contoh cara membuat tabel dengan menggunakan komputer yang disorotkan dengan proyektor (LCD) ke layar di depan kelas dengan cara langkah demi langkah. Setiap satu langkah yang diterangkan guru langsung dipraktekkan oleh siswa dengan prinsip siswa menirukan seperti apa yang dicontohkan guru. Dengan demikian praktek dengan cara meniru contoh yang sudah ada akan lebih mudah daripada hanya diterangkan dengan metode ceramah atau hanya dengan kata-kata saja.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran proyektor terjadi adanya peningkatan minat dan prestasi belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari ulangan melalui pos test Kelas VIII A setelah diberi pelajaran dengan menggunakan media proyektor memperoleh nilai rata-rata kelas 90,85. Dari hasil isian angket yang diberikan kepada 39 siswa yang masuk pada hari itu dimintai tanggapannya mengenai proses belajar mengajar menggunakan media proyektor ternyata dari 39 siswa kelas VIII A tersebut diperoleh data bahwa 100% responden menyatakan bahwa diberi pelajaran guru dengan media proyektor lebih jelas dan mudah diingat. bahwa 100% responden menyatakan bahwa lebih berminat jika diajar guru dengan media proyektor. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa media proyektor sangat komunikatif dan sangat bermanfaat digunakan sebagai media pembelajaran di ruang laboratorium komputer dalam membimbing siswa mengenai cara membuat tabel menggunakan program pengolah kata (microsoft word).

BAB I dst selengkapnya bisa menghubungi 081913127080

Monday, June 8, 2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SOSIOLOGI

CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) :

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SOSIOLOGI

PENERAPAN PENDEKATAN KOLABORATIF MURDER DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PARA SISWA KELAS XI IPS1 SMAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Suatu pengajaran yang hanya mengutamakan prinsip individual tidak akan menguntungkan siswa maupun masyarakat. Kehidupan sebagian besar siswa dipengaruhi oleh orang lain maupun teman-temannya. Di mana ada orang hidup bersama-sama, tentu di sana ada kontak sosial. Hubungan sosial antara sesama manusia merupakan suatu keharusan, sebab dengan kontak sosial orang akan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan lebih sempurna. Dengan kegiatan-kegiatan ini maka dalam setiap kegiatan mengajar guru dituntut agar sanggup menciptakan suasana sosial yang membangkitkan kerja sama diantara para siswa dalam mewujudkan materi pelajaran supaya dapat diserap lebih efektif dan efisien.
Kerja sama antar para siswa sejatinya telah menjadi tuntutan kurikulum pendidikan, termasuk Kurikulum 2004. Disadari atau tidak, Kurikulum 2004 menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Perubahan orientasi pendidikan dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian menuntut para guru untuk lebih kreatif dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Guru dituntut mampu menggeser penekanan kegiatan pembelajaran dari “apa bahan yang akan dipelajari siswa” ke “bagaimana membelajarkan kompetensi dan memperkaya pengalaman belajar siswa”.
Dalam pembelajaran Sosiologi misalnya, pembelajaran ditekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami lingkungan sekitarnya secara ilmiah. Pendidikan Sosiologi diarahkan untuk “mencari tahu” dan “berbuat” sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Selanjutnya siswa diharapkan dapat mengembangkan dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
Salah satu cara untuk mengembangkan sikap sosial siswa khususnya dalam pelajaran Sosiologi dapat ditempuh dengan menggunakan pendekatan kolaboratif MURDER dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Santyasa, pembelajaran kolaboratif dapat menyediakan peluang untuk menuju pada kesuksesan praktek-praktek pembelajaran. Sebagai teknologi untuk pembelajaran (technology for instruction), pembelajaran kolaboratif melibatkan partisipasi aktif para siswa dan meminimisasi perbedaan-perbedaan antar individu. Pembelajaran kolaboratif telah menambah momentum pendidikan formal dan informal dari dua kekuatan yang bertemu, yaitu: (1) realisasi praktek, bahwa hidup di luar kelas memerlukan aktivitas kolaboratif dalam kehidupan di dunia nyata; (2) menumbuhkan kesadaran berinteraksi sosial dalam upaya mewujudkan pembelajaran bermakna (Santyasa,2006: 5).
Dengan melihat kondisi yang ada di lingkungan SMAN 2 yang pada dasarnya tidak ada masalah dalam sarana belajar, keadaan siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pelajaran Sosiologi perlu dicarikan solusi-solusi terutama metode-metode mengajar yang dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan pengamatan peneliti selama mengasuh pelajaran Sosiologi, tampak bahwa para siswa memang “kurang bergairah” dalam belajar Sosiologi. Akibatnya yaitu mereka kurang mampu untuk memecahkan soal-soal Sosiologi sehingga hasil belajarnya pun kurang memuaskan.
. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan pendekatan kolaboratif dalam pembelajaran Sosiologi khususnya pendekatan kolaboratif MURDER yang terdiri atas empat poin penting yaitu mood, understand, recall, detect, elaborate, review. Langkah-langkah pembelajaran kolaboratif MURDER adalah sebagai berikut.
(1) Para siswa dalam kelompok dibagi menjadi dua pasangan dyad, yaitu dyad-1 dan dyad-2 dan memberikan tugas pada masing-masing pasangan.
(2) Setelah penataan suasana hati, salah satu anggota dyad-1 menemukan jawaban tugas-tugas untuk pasangannya dan anggota yang lain menulis sambil mengoreksi jika ada kekeliruan. Hal yang sama juga dilakukan oleh pasangan dyad-2.
(3) Setelah pasangan dyad-1 dan pasangan dyad-2 selesai mengerjakan tugas masing-masing, pasangan dyad-1 memberitahukan jawaban yang ditemukan oleh mereka kepada pasangan dyad-2, demikian pula pasangan dyad-2 memberitahukan jawaban yang ditemukan oleh mereka kepada pasangan dyad-1, sehingga terbentuklah laporan lengkap untuk seluruh tugas hari itu.
(4) Masing-masing pasangan dyad dalam kelompok kolaboratif melakukan elaborasi, inferensi, dan revisi (bila diperlukan) terhadap laporan yang akan dikumpulan.
(5) Laporan masing-masing pasangan dyad terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan, disusun perkelompok kolaboratif.
(6) Laporan siswa dikoreksi, dikomentari, dinilai, dikembalikan pada pertemuan berikutnya, dan didiskusikan.
Dengan cara ini diharapkan para siswa diharapkan akan lebih aktif dalam belajarnya sehingga hasil belajar Sosiologi merekapun akan dapat ditingkatkan.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dalam penelitian tindakan kelas ini dicoba untuk menerapkan pendekatan kolaboratif MURDER dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sosiologi para siswa kelas XI IPS1 SMAN 2 tahun pelajaran 2007/2008. Dengan metode ini diharapkan akan terjadi interaksi antar siswa sehingga mereka bisa lebih bergairah dan antusias dalam mengikuti pelajaran Sosiologi yang akan bermuara pada peningkatan penguasaan konsep-konsep Sosiologi.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah pendekatan kolaboratif MURDER dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPS1 SMAN 2 tahun pelajaran 2007/2008 dalam pembelajaran Sosiologi ?
2. Apakah pendekatan kolaboratif MURDER dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran Sosiologi bagi siswa kelas XI IPS1 SMAN 2 tahun pelajaran 2007/2008 ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

.... dst.
(Selengkapnya hub. via SMS : 081913127080)