Showing posts with label pada. Show all posts
Showing posts with label pada. Show all posts

Saturday, August 22, 2009

contoh makalah skripsi PERANCANGAN E-LEARNING PADA SMA NEGERI 2 RANTAU SELATAN LABUHAN BATU

Cari Dollar

Tugas akhir ini bertujuan untuk membangun sebuah e-Learning berbasis web. Sistem perancangan dalam membangun e-Learning pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu ini dikembangkan dengan menggunakan XAMPP-win32-1-4-12, Macromedia Dreamweaver 8.0, Adobe Photoshop CS, serta web browser Internet Explorer. Tujuan dari e-Learning ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi dan artikel mengenai pelajaran tingkat SLTA khususnya pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu yang ditulis atau di update oleh admin dan guru, serta menambah minat belajar siswa lewat media komputer atau internet.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Bekalang

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, menuntut berpikir dan bertindak cepat, kalau tidak ingin ketinggalan teknologi. Hal ini juga merambah kepada dunia pendidikan terutama tingkat dasar dan menengah sehingga kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis teknologi informasi (TI) menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi dan sistemnya. Saat ini konsep e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industri seperti Cisco System, IBM, HP,dan Oracle. John Chambers yang merupakan CEO dari perusahaan Cisco System mengatakan bahwa untuk era ke depan, aplikasi dalam dunia pendidikan akan menjadi “killer application” yang sangat berpengaruh. Departemen perdagangan dan departemen pendidikan Amerika Serikat bahkan bersama-sama mencanangkan Visi 2020 berhubungan dengan konsep pendidikan berbasis Teknologi Informasi (e-Learning). Penelitian ini akan memfokuskan pembahasan pada aplikasi eLearning berbasis web.
Aplikasi web telah berkembang dengan pesat pada saat ini, baik dari segi penggunaan, ukuran, bahasa yang digunakan dan kompleksitasnya. Aplikasi web pada mulanya hanya berupa situs web yang bersifat statis dan navigated oriented, dan lebih banyak digunakan sebagai brosur produk atau profil perusahaan online. Pada saat ini aplikasi web telah banyak yang bersifat dinamis, interaktif dan task oriented untuk digunakan dalam sistem informasi, telekomunikasi, perdagangan, perbankan dan lain-lain.

PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa server side script yaitu bahasa berbentuk script yang terletak dan dieksekusi di server untuk kemudian hasilnya (berupa kode HTML) dikembalikan ke browser pengguna/klien. PHP dirancang untuk membentuk suatu web yang artinya halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh pengguna/klien. Misalnya dapat mengakses database dan menampilkannya di halaman web dengan cepat dan mudah. PHP juga dapat berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang telah ada dan sifatnya yang bebas pakai memberikan kesempatan buat semua user dan programmer untuk menggunakan dan mengembangkannya.

Dengan pertimbangan tersebut dan keinginan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, maka penulis memutuskan untuk membuat suatu aplikasi web dengan judul: “Perancangan e-Learning pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu”.

1.2 Identifikasi Masalah

Penulisan tugas akhir ini menitik beratkan pada pembuatan dan perancangan sistem informasi e-Learning berbasis web yang memberikan informasi seputar pelajaran pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan, Labuhan Batu. Dalam hal ini sekolah ingin membuat cara belajar murid bekerja secara komputerisasi atau berbasis internet atau yang dikenal dengan e-Learning yaitu sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung proses belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone, yang dapat mempromosikan dan memudahkan sekolah dalam menyajikan cara belajar dan mengajar dengan lebih cepat, dan melayani siswa-nya serta masyarakat umum dengan komputerisasi di bidang e-Learning.
Sehubungan dengan hal tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana pemanfaatan aplikasi web dalam penyebaran informasi mengenai e-Learning pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan.
2. Bagaimana informasi mengenai e-Learning dan artikel mengenai pelajaran dapat disajikan dengan baik.
3. Bagaimana informasi e-Learning dapat di-update (diperbaharui) dengan mudah pada waktu yang diinginkan.

1.3 Ruang Lingkup Masalah

Tugas akhir ini membahas pembuatan e-Learning pada SMA Negeri 2 Rantau Selatan, Labuhan Batu, yang memberikan kemudahan informasi sekolah bagi user/pengguna baik dari siswa atau kalangan masyarakat umum maupun dari kalangan SMA Negeri 2 Rantau Selatan, Labuhan Batu itu sendiri yang membutuhkan informasi tentang mata pelajaran pada sekolah seperti dalam bidang IPA, IPS, Olahraga, dan Kesenian, yang dapat menghemat waktu proses belajar mengajar, menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku), dan melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Aplikasi web ini dibangun dengan sistem operasi Windows XP, dan aplikasi web server XAMPP-Win 32-1.4.12 yang termasuk didalamnya Apache, PHP, dan Mysql. Selain itu, aplikasi web ini juga didukung bahasa pemrograman web lainnya seperti HTML (Hypertext Markup Language), CSS (Cascading Style Sheets) dan Java Script serta menggunakan website editor Macromedia Dreamweaver 8, serta Adobe Photoshop sebagai aplikasi perancangan layout.

1.4 Maksud dan Tujuan

Maksud penelitian ini adalah untuk merancang suatu aplikasi web yang di manfaatkan untuk informasi belajar siswa yang cepat dan mudah dengan media internet.

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah untuk merancang atau membangun e-Learning berbasis web yang berbentuk yang berguna untuk meningkatkan dan menambah daya tarik siswa dalam belajar, dan meanambah pengetahuan siswa tentang dunia teknologi informasi sekarang, yang dapat menghemat waktu proses belajar mengajar, menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku), dan melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

1.5 Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah:

1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penulis menggunakan buku yang memuat tentang sistem informasi, PHP dan MySQL.
2. Penelitian Lapangan (Field Research)
a. Pengambilan data
Pengambilan data dilakukan langsung ke SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu, dimana penulis melakukan pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada kepala sekolah, guru-guru, pegawai.
b. Pengolahan data
Data-data yang telah diperoleh kemudian diolah untuk dianalisa.
3. Pembuatan website sesuai dengan konsep yang direncanakan.
4. Menguji coba program.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini yang diuraikan latar belakang, identifikasi masalah, ruang lingkup masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 : TINJAUAN TEORI

Dalam bab ini yang diuraikan pengertian sistem informasi, data, sistem, informasi, pengenalan e-Learning, sekilas tentang internet, network, webserver, word wide web, hypertext transfer protocol (HTTP), pengenalan hypertext markup language (HTML), bagian-Bagian hypertext markup language (HTML), cascading style sheet (CSS), pengenalan personal home page (PHP), sejarah personal home page (PHP), konsep dasar personal home page (PHP), keistemewaan personal home page (PHP), MySQL, pengenalan PHPMyAdmin, macromedia dreamweaver 8, ruang kerja pada dreamweaver 8, dan komponen ruang kerja.

BAB 3 : SEKILAS TENTANG SMA NRGERI 2 RANTAU SELATAN
LABUHAN BATU

Bab ini berisikan tentang gambaran tentang SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu yang terdiri dari profil, struktur organisasi, uraian tugas dan fungsi struktur organisasi, serta visi dan misi SMA Negeri 2 Rantau Selatan Labuhan Batu.

BAB 4 : PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisikan rancangan sistem yang akan dibentuk, pengertian perancangan sistem, data flow diagram, persiapan database, pengertian flowchart, perancangan halaman website.

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini berisikan uraian pengertian implementasi sistem dan tujuan implementasi sistem, kompnen sistem, perangkat keras (Hardware), perangkat lunak (Software), sumber daya manusia (Brainware), Instalasi XAMPP 1.4.12, serta demonstrasi program.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan uraian tentang kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PD.UNION

Cari Dollar

Pencapaian laba yang maksimal adalah tujuan dari setiap perusahaan maka dalam prosesnya perlu perencanaan yang matang. Untuk itulah diperlukan analisis laporan keuangan sebagai dasar bagi perencanaan laba. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan dalam kebijakan perencanaan laba.
Hal menarik inilah yang menjadi salah satu alasan penulis memilih judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada P.D.UNION Medan “. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan dan pengaruh dari analisis laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan terhadap perencanaan laba periode yang akan datang.


Pencapaian laba yang maksimal adalah tujuan dari setiap perusahaan maka dalam prosesnya perlu perencanaan yang matang. Untuk itulah diperlukan analisis laporan keuangan sebagai dasar bagi perencanaan laba. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan dalam kebijakan perencanaan laba.


Hal menarik inilah yang menjadi salah satu alasan penulis memilih judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada P.D.UNION Medan “. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan dan pengaruh dari analisis laporan keuangan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan terhadap perencanaan laba periode yang akan datang.

Friday, August 7, 2009

Tips Mengatasi Malas Belajar Pada Anak

Seusai mengambil raport di sekolah, wajah ibu Rita nampak kesal dan marah-marah kepada Andi anaknya. Kekesalan itu dikarenakan nilai raport Andi pas-pasan. Berbeda dengan semester sebelumnya nilai raport Andi kali ini termasuk sangat melorot. ?Kamu sih, malas belajar!? bentak Ibu Andi di depan wali kelasnya. Ilustrasi di atas adalah sebuah gambaran kekecewaan seorang Ibu atas hasil belajar anaknya. Kekecewaan itu bertambah, manakala sang ibu mengingat anaknya malas belajar selama semester ini. Di samping itu, akibat perilaku Andi di sekolah selama semester ini ibunya tiga kali dipanggil guru ke sekolah. Tetapi apakah semua kesalahan itu pantas diajukan pada diri Andi? Apakah tidak sebaiknya hal itu menjadi ?cermin? introspeksi bagi diri orang tua Andi? Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak.

Malas belajar timbul dari beberapa sebab antara lain:
1. Dari dalam diri anak (Intrinsik) Rasa malas yang timbul dalam diri anak dapat disebabkan karena tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain atau terlalu banyak membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah?marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

2. Dari Luar Diri anak (ekstrinsik) Faktor dari luar anak (faktor eksternal) tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena :

a. Sikap orangtua Sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar ataupun sebaliknya orangtua terlalu berlebihan perhatiaannya, membuat anak malas belajar. Tidak hanya itu, banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut tidak sedikit anak yang stress sehingga nilai yang diperolehnya kurang memuaskan. Parahnya lagi, bilamana anak mendapat nilai yang kurang memuaskan maka kalimat-kalimat celaan biasanya yang pertama keluar dari bibir orangtua. Anak usia Sekolah Dasar sebenarnya jangan terlalu diorientasikan pada nilai (hasil belajar) tetapi bagaimana membiasakan diri anak belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih hidup dalam suatu aturan.

b. Sikap guru Selaku figur atau tokoh teladan yang dibanggakan, tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek ?keluhan? siswanya. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. Selain itu, sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar, bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau ?membawa? masalah rumah tangga ke sekolah, membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.

c. Sikap teman.
Tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman-teman lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, termasuk tas sekolah atau alat tulis, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orangtuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya.

d. Suasana belajar di rumah Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar, tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas?fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.

e. Sarana Belajar Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku?buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku?buku pelajaran, buku tulis, dan alat?alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.
Enam Langkah Mengatasi Malas Belajar Anak Ada enam langkah yang dapat membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:

1. Mencari Informasi Orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

2. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orangtua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur, baik dalam hal rutinitas jam belajar, lama waktu belajar, jam belajar bilamana ada PR atau tidak, jam belajar di waktu libur sekolah, bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk, hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama.

3. Menciptakan Disiplin. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orangtua. Orangtua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku?buku pelajaran, mengingatkan tugas?tugas sekolah, menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari, ataupun menanyakan kesulitan?kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu, terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah.

4. Menegakkan Kedisiplinan. Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan?kesepakatan yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Bila dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar, orang tua dapat sambil membaca koran, majalah, menyulam, atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. Dengan demikian menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orang tua melaksanakan aktifitas lain seperti menonton televisi atau sibuk di dapur.
5. Ketegasan Sikap Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat. Bahkan dengan sengaja anak berlaku ?tidak jujur? melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar. Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.

6. Menciptakan Suasana Belajar Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian. Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orangtua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. Selain itu, menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang. Jika enam langkah ini dapat diterapkan pada anak, maka sudah seharusnya ibu Rita tidak lagi marah-marah si Andi putranya sebagaimana digambarkan pada ilustrasi tadi.


Sumber : Sixtus Tanje, S.Psi Konselor di SLTP St. Kristoforus 2, Jakarta Barat