Sunday, September 13, 2009

Syarat Psikologi Metode Eksperimen

Untuk melakukan pengamatan dengan metode eksperimen, ada 4 syarat utama yang harus diberlangsungkan:

1. mengidentifikasi pengaruh/effect lingkungan spesifik (specificworld /circumctan ces) sebagai perlakuan (treatment/sebab/variabel independen). Pengaruh ini harus terdefinisi secara operasional, agar terukur.

2. Behavior variable sebagai akibat (variabel dependen). Variabel perilaku ini juga harus terdefinisi secara operasional, agar terukur dari segi validity dan reliability..

Hubungan sebab-akibat (cause and effect) haruslah didasari dengan kejelasan pengetahuan (structure of knowledge/thoughts) sebagai construct atau logical-atau conceptual validity dengan mana dibangun hipotesis (yang berupa scientific hyphothesis, berkenaan dengan predicted relationship) yang akan dijadikan landasan deduktif guna pelaksanaan uji proses induktif (dengan null hypothesis) lewat pengamatan eksperimental dengan bantuan tehnologi/instrumen tertentu. Ingat, hanya dengan construct validity baru bisa dilakukan operational definiiton.

Memang, sebelum membangun structure of knowledge/thoughts, perlu dicanangkan dulu apa masalahnya. Ada setidaknya 4 sumber inspirations untuk melakukan problem identification, yaitu: theory (sebagai a group of logically organized/deductively related laws), masalah-masalah dalam every day life misal bagaimana orangtua harus menangani kenakalan anak, practical issues yang membutuhkan solusi misal bagaimana menangani unjuk rasa karyawan, dan past research yang perlu digugat/dipertanyakan terus.

Setelah jelas dan kokoh masalahnya (bahwa x berpengaruh y) , kemudian tentulah perlu didapati sebanyak mungkin informasi tentang masalah itu, spesifik tentang variabel independen dan variabel dependen, dan kemungkinan keterkaitannya sebagai sebab-akibat). Singkat kata, perlu perlu dilakukan review of literature (books, journals, information retrieval systems, pasar = psycINFO Assisted search and retrieval service, additional information sources berupa informasi terkini lewat macam-macam meetings dalam berbagai macam psychological associations). Nah, mereka yang berminat sekali pada Psikologi Eksperimen perlu mempunyai banyak waktu, rasa ingin tahu, dan kesabaran untuk ekplorasi informasi semacam itu.

3. Variebel independen dan variable dependen itu diamati pada 2 kelompok yang berbeda: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan maksud, untuk diperoleh hasil pengamatan, apakah ada atau tidak perbedaan pengaruh/effect perlakuan terhadap kelompok eksperimen, dan apakah terjamin, bahwa hanya perlakuan itu yang murni berpengaruh.

4. Itulah sebabnya, agar menjamin adanya the only effect, perlu dilakukan pengendalian/control terhadap extraneous variables, lalu disebutlah variabel-luaran ini sebagai controlled variables. Kalau tidak sampai terkendali, the only effect tidak akan terjadi, karena di dalamnya kemasukan pengaruh variabel-luaran, sehingga yang terjadi bias-pengaruh, kesesatan/errors, sehingga akibat pada variabel dependen tidak murni lagi.


Masalah control amat penting karena menjadi ciri utama sebuah pengamatan untuk bisa disebut ilmiah/scientific, (di samping 2 ciri utama lainnya: operational definition dan replication), karena pengendalian/control betul-betul berkenaan dengan masalah internal validity.


Mudahkah melakukan pengendalian terhadap extraneous variables yang juga disebut sebagai confounding variables? Memang tidak mudah, karena selalu ada variabel-luaran yang secara constant menyelinap, sehingga sulit dikendalikan. Tetapi ada juga variabel-luaran yang berpengaruh secara tidak constant (bersifat kompensatoris) , sehingga relatif bisa dikendalikan. Maka selalu harus diingat agar bisa bijaksana berilmu, bahwa betapa pun sempurnanya eksperimen psikologi, selalu di dalamnya memuat masalah akurasi, masalah presisi, karena sedikit banyak tentulah terjadi bias-pengaruh, tentulah memuat kesesatan. Karena itu, yang perlu diusahakan adalah, seberapa kecil kesesatan itu bisa dikendalikan. Namun setidaknya independent variablenya harus bisa manipulated. Ada 2 cara dasar manipulasi: instruction manipulation, event manipulation, dan bisa ditambah measured manipulation .


Ketika extraneous variables hadir secara tidak constant, maka biasa disebut ada 3 macam errors: kesesatan tipe Subyek (karena terjadi fluktuasi subject sampling), kesesatan Kelompok/Group (karena terjadi perbedaan dinamika kelompok), dan kesesatan tipe Replikasi (karena terjadi perubahan kondisi pada setiap replikasi).


Ada pun sumber penyebab kesesatan, yang perlu dibuntu demi terjaminnya internal validity, adalah histoy, maturation, instrumentation, statistical regression, selection, dan mortality.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment