Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Saturday, September 18, 2010

Inilah 5 Buku Terkecil di Dunia Yang Unik

Tidak mudah untuk menilai dan memastikan secara akurat buku terkecil di dunia. berikut 5 buku yang disebut2 buku terkecil di dunia saat ini. ke 5 buku ini membutuhkan sebuah jarum untuk memindahkan halaman dan teropong agar bisa membaca tulisannya.

1. Teeny Ted from Turnip Town (2007) adalah judul buku yang dibuat oleh Nano Imaging Laboratory di Universitas Simon Fraser. buku ini berukuran 0.07 mm x 0.10 mm, yang terdiri dari 30 mikrotablet.


2. Chekhov’s Chameleon, sebuah buku rusia milik kepala pustakawan College-Conservatory of Music Library di Amerika. buku ini berukuran 0.76 mm x 0.76 mm, dan memiliki 30 halaman.


3. Old King Cole. buku ini berukuran 1.01 mm x 1.01 mm. buku ini bagian dari koleksi U.S. Library of Congress.


4. Kobzar of Taras Shevchenko , dipublikasikan di ukraina pada tahun 1840. buku ini berukuran 2.79 mm x 2.79 mm.


5. buku berjudul The World’s Smallest Book, di produksi di jerman tahun 2001. buku ini berukuran 3.04 mm x 3.30 mm.


Jika dibandingkan dengan korek api,yg umumnya berdiameter 5.84 mm. maka kelima buku ini akan dapat "duduk" dengan nyaman,bahkan dalam keadaan terbuka.


Inilah 5 Buku Terkecil di Dunia Yang Unik

Tidak mudah untuk menilai dan memastikan secara akurat buku terkecil di dunia. berikut 5 buku yang disebut2 buku terkecil di dunia saat ini. ke 5 buku ini membutuhkan sebuah jarum untuk memindahkan halaman dan teropong agar bisa membaca tulisannya.

1. Teeny Ted from Turnip Town (2007) adalah judul buku yang dibuat oleh Nano Imaging Laboratory di Universitas Simon Fraser. buku ini berukuran 0.07 mm x 0.10 mm, yang terdiri dari 30 mikrotablet.


2. Chekhov’s Chameleon, sebuah buku rusia milik kepala pustakawan College-Conservatory of Music Library di Amerika. buku ini berukuran 0.76 mm x 0.76 mm, dan memiliki 30 halaman.


3. Old King Cole. buku ini berukuran 1.01 mm x 1.01 mm. buku ini bagian dari koleksi U.S. Library of Congress.


4. Kobzar of Taras Shevchenko , dipublikasikan di ukraina pada tahun 1840. buku ini berukuran 2.79 mm x 2.79 mm.


5. buku berjudul The World’s Smallest Book, di produksi di jerman tahun 2001. buku ini berukuran 3.04 mm x 3.30 mm.


Jika dibandingkan dengan korek api,yg umumnya berdiameter 5.84 mm. maka kelima buku ini akan dapat "duduk" dengan nyaman,bahkan dalam keadaan terbuka.


Friday, August 7, 2009

Mengapa Anak Harus Belajar Membaca Sejak Dini

Beberapa alasan yang mendukung mengapa anak usia balita harus diajarkan membaca:

· Hiperaktivitas seorang anak usia balita ternyata diakibatkan oleh kehausan ilmu pengetahuan. Jika dia diberikan kesempatan untuk memuaskan rasa dahaga itu, setidaknya untuk sementara waktu , hiperaktivitasnya akan berkurang sehingga lebih mudah untuk melindunginya dari bahaya.

· Lebih mudah mengajar seorang anak membaca pada usia balita daripada pada usia yang lebih tua.

· Anak-anak yang diajarkan membaca pada usia balita akan menyerap lebih banyak informasi daripada anak-anak yang usianya lebih tua.

Hal yang sangat penting kita ketahui dari sudut pandang neurologis bahwa membaca sama sekali bukan suatu mata pelajaran sekolah. Membaca adalah suatu fungsi otak. Jadi proses membaca itu sama seperti proses mendengar yang juga merupakan fungsi otak. Jadi sangat penting dan merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai orang tua untuk mengajar membaca anak kita pada usia sedini mungkin.

Selama masa kehidupan ini, belajar merupakan kebutuhan yang utama dan mendesak, dan kita akan melawan alam jika mencoba menghalanginya. Belajar itu penting untuk kelangsungan hidup manusia.

Anak kucing yang “ bermain “ dengan bola wol sebenarnya menggunakan bola itu sebagai pengganti tikus. Anak anjing yang “ bermain “ sambil bergulat dengan anak anjing lainnya sebenarnya sedang belajar untuk bertahan jika diserang.

Kelangsungan hidup manusia di dunia ini tergantung pada kemampuannya untuk berkomunikasi dan bahasa adalah alat komunikasi itu.

Permainan anak, seperti halnya permainan anak kucing, yang mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk belajar dan bukan untuk kesenangan saja.

Belajar adalah petualangan yang paling besar dalam kehidupan ini. Belajar itu sangat diperlukan, sangat penting, tidak terelakkan dan diatas segalanya, belajar merupakan permainan kehidupan yang paling berharga dan yang paling menggairahkan. Seorang anak percaya akan hal ini dan akan terus mempercayainya kecuali jika kita berhasil meyakinkan bahwa hal itu tidak benar.

Syarat terpenting adalah di antara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca adalah permainan yang bagus sekali. Orang tua tidak boleh lupa bahwa:

· Belajar adalah permainan hidup yang paling menggairahkan dan belajar bukanlah bekerja.

· Belajar adalah pahala, bukan hukuman.

· Belajar adalah bersenang-senang, bukan bersusah payah.

· Belajar adalah suatu kehormatan bukan sesuatu yang hina.

Ada suatu dalil ( Hukum Anti Gagal ) yang selalu harus anda ingat, yaitu : Jika suasana hati anda dan suasana hati anak Anda sedang tidak baik, berhentilah mengajar, Anda pasti akan melakukan sesuatu yang salah jika Anda teruskan. Hentikanlah sebelum anak Anda ingin mengakhirinya.

Sebelum kita membahas cara mengajarkannya membaca, ada hal-hal penting yang perlu diingat mengenai seorang anak :

1. Anak di bawah usia lima tahun bias dengan mudah menyerap informasi dengan jumlah yang luar biasa banyaknya.

2. Anak di bawah usia lima tahun bias menangkap informasi dengan kecepatan yang luar biasa.

3. Semakin banyak informasi yang diserap seorang anak di bawah usia lima tahun, makin banyak pula yang dapat diingatnya.

4. Anak usia di bawah lima tahun mempunyai energi yang sangat besar.

5. Anak usia di bawah lima tahun mempunyai keinginan belajar yang sangat besar.

6. Anak di bawah usia lima tahun dapat belajar membaca dan ingin belajar membaca.

Minat dan semangat anak membaca sangat tergantung pada tiga hal :

1. Kecepatan materi yang ditunjukkan.

2. Jumlah materi baru.

3. Cara mengajar yang menyenangkan.


Sunday, June 7, 2009

Membangun Generasi Gemar Membaca



Tak terasa pada tanggal 17 mei 2009 adalah hari buku nasional. meskipun selebrasi peringatan ini tidak terasa istimewa bagi setiap orang tetapi ini harusnya dapat terasa istimewa di mata pecinta buku. Walaupun tidak perlu diperingati sekalipun, orang tak akan berhenti membaca buku. Inilah istimewa nya hari buku bagi setiap pencinta buku, terlepas dari ada tidaknya peringatan ini.


Pernahkah kita mendengar ada suatu pepatah mengatakan bahwa membaca membuka jendela dunia, memang terlalu sedikit berlebihan tetapi itulah kenyataan yang akan kita didapatkan . Ilmu yang di dapat dari membaca buku tidak pernah habis-habisnya sampai akhir hayatnya. Dengan membaca kita dapat mengetahui perkembangan apa saja yang ada di dunia dan termodern apapun juga dapat meramalkan masa depan.


Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.


Ide adanya Hari Buku Nasional datang dari masyarakat perbukuan guna memacu minat baca masyarakat Indonesia , sekaligus menaikkan penjualan buku. Masyarakat gemar membaca agak sulit dilakukan, walapun pemerintah sudah menyediakan beberapa fasilitas, yakni perpustakaan. Dan ada pula perpustakaan keliling dengan menggunakan mobil yang sering beroperasi di daerah pedalaman atau jauh dari perkotaan.


Bagi Pencinta buku, buku merupakan investasi besar dalam hidupnya. Dan yang akan menjadi masalah saat ini yakni naiknya harga BBM yang kemungkinan membengkaknya biaya operasional buku dari beberapa penerbit dan apabila terjadi kenaikan mungkin sedikit berpengaruh turunnya daya beli masyarakat.


Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengatuk.
Dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya gerakan gemar membaca buku haruslah ditanamkan sejak dini, walaupun membaca tidak memandang usia tetapi dengan membaca wawasan kita dapat lebih berkembang. Kesadaran seseorang dalam gemar membaca biasanya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan pergaulaannya tetapi tidak jarang tumbuh dari dalam diri sendiri yang didasarkan atas keinginan untuk berubah lebih baik.


Dalam menghadapi persaingan global, seseorang dituntut untuk menentukan kesuksesannya sendiri, dimana semakin banyaknya pengangguran yang disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan dan upaya pemerintah untuk meningkatkan standarisasi SDM Indonesia dengan mengadakan UASBN untuk meningkatkan mutu pendidikan.Menumbuhkan gerakan gemar membaca haruslah ditingkatkan dimana sangat jarang dilihat seseorang membawa buku dan membaca baik saat dalam keadaan menunggu bis di halte maupun dalam waktu senggang.


Apabila kita melihat negara yang sangat maju sekarang ini, yakni jepang. mungkin pola menimba ilmunya sudah sangat jauh berbeda dari negara Indonesia . biasanya para pelajar sudah merasa kurang dalam membaca mungkin mereka menganggap berapa pentingnya ilmu yang terdapat pada buku. Keberhasilan jepang pada zaman dahulu setelah terjadi bom atom juga didasarkan dengan keinginan yang besar untuk melakukan perubahan, yakni mengirimkan pemudanya di negara luar untuk menuntut ilmu dan mengabdi kembali setelah berhasil juga mengganti buku-buku yang berbahasa asing dengan bahasa jepang agar lebih mudah dipahami.


Keberhasilan tersebut sepatutnya dicontoh dan diterapkan juga ditingkatkan di Indonesia, melalui program pendidikan yang lebih maju dan sistimatis, sedikit demi sedikit Indonesia akan mulai menapaki iklim pendidikan yang lebih maju kedepannya.Dan hasil dari membaca buku, sebaiknya dapat dituangkan dengan memberikan gagasan, ide-ide, pendapat dalam membangun bangsa ini.


Kesimpulannya, sebuah metode yang perlu diterapkan untuk menumbuhkan yakni mengenalkan buku kepada anak sejak dini, gambar yang menarik lebih mudah dipahami anak kecil daripada teks yang biasa saja. Para remaja sebaiknya satu harinya minimal dapat membaca satu buah buku dan juga dapat mengoptimalkan perpustakaan sebagai bahan bacaan.


Mari menyambut suatu perubahan dengan melaksanakan sistem gemar membaca di mulai dari diri sendiri hingga dengan mengajak orang terdekat untuk membaca buku mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk diri sendiri juga orang banyak dan jadikan membaca merupakan hal yang menyenangkan. Selamat mencoba.